Beranda » SEWA MOBIL MALANG » Wisata Favorit Ranu Kumbolo : Fakta – Aturan – Mitos

Travel Juanda Malang – Ranu Kumbolo adalah sebuah danau air tawar yang sering menjadi tempat Peristirahatan bagi para pendaki Gunung Semeru. Danau ini terletak di ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut. Danau Ranu Kumbolo juga merupakan sumber air bersih bagi para pendaki gunung semeru. Dengan debit air yang berlimpah, danau ini juga menjadi tempat berkumpulnya para pendaki untuk berkemah. Ranu Kumbolo berlokasi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di antara kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Bagi Anda yang berada di luar Jawa Timur, Anda dapat menggunakan jalur udara menuju Malang melalui bandar udara juanda dan dilanjutkan dengan Travel Juanda Malang untuk pergi ke kota malang dengan cepat. Namun jika Anda lebih menyukai perjalanan yang santai, Anda juga dapat menggunakan kereta api menuju stasiun kota baru. Setelah tiba di kota Malang, Anda bisa mencari angkutan umum dengan jurusan desa Tumpang kemudian Anda berhenti di Terminal Tumpang. Perjalanan selanjutnya dapat Anda tempuh menggunakan mobil jeep (SUV) yang disewakan oleh penduduk sekitar menuju Ranu Pani.

Fakta Ranu Kumbolo

ranu kumbolo

Sejujurnya, perjalanan wisata menuju Ranu Kumbolo bukanlah perjalanan yang mudah untuk ditempuh, bahkan dapat dikatakan perjalanan yang berat karena membutuhkan kekuatan fisik yang prima dan perbekalan yang cukup. Disarankan bagi Anda yang ingin berwisata ke danau ini, paling tidak selama satu minggu sebelum keberangkatan alangkah baiknya jika latihan fisik terlebih dahulu. Latihan fisik ini bisa berupa jogging, gym, lari, dan olahraga lain yang dapat meningkatkan daya tahan dan kekuatan tubuh Anda untuk melakukan pendakian.

Bagi anggota komumitas pendaki gunung atau yang sekedar tertarik mendaki akibat “jadi korban” film 5 cm, nama danau Ranu Kumbolo tentu tidak asing di telinga mereka. Dijuluki surganya Semeru, Ranu Kumbolo atau danau Kumbolo yang berada di kaki gunung Semeru memang dikenal dengan pesona yang tidak ada duanya. Saking indahnya, lokasi di sekitar Ranu Kumbolo menjadi basecamp favorit para pendaki untuk beristirahat sebelum melanjutkan pendakian. Bahkan ketika liburan, banyak orang yang sengaja tracking hanya untuk bermalam di danau cantik ini. Dan esok harinya kembali turun, tanpa melanjutkan ke puncak.

Lokasi Ranu Kumbolo

Danau Ranu Kumbolo secara administratif, masuk dalam wilayah Desa Mulyosari, kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, Jawa Timur. Lokasi danau berada dalam area pengeloalaan Area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Danau ini ada pada ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Rute dan cara menuju ke lokasi/transportasi

Untuk mencapai danau Ranu kumbol malang mesti ditempuh dengan mendaki. Jalan kaki. Tidak ada sarana lain untuk mencapai lokasi itu. Ya namanya juga wisata mendaki, ya memang harus mendakilah !.

Jalur pendakian yang diambil adalah, jalur pendakian desa Ranu Pani. Dari desa Ranu pani, pendaki bisa mulai perjalanan mendakinya. Untuk mencapai ranu pani, bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor, baik mobil ataupun motor.

Pendaki bisa mulai dari kota Malang atau dari Surabaya menuju Tumpang, yang dapat ditempuh dengan bantuan kendaraan dengan kisaran waktu sekitar 3 jam. Dari Tumpang ini melanjutkan ke Pos Ranu Pani dengan rental kendaraan, biasanya jeep. Atau kalau murah bisa dengan ikut mobil pengangkut sayur. biayanya bsia hemats ampai 80% dibandingkan rental Jeep. Selepas ranu pani, dimulailah jalan kaki pendakiannya.

Dalam kondisi normal, dari ranu pani, sampai ke Danau ranu Kumbolo Semeru, memerlukan waktu 3,5-4  jam. Namun jika ditempuh dengan santai dan leha-leha, 5 jam adalah waktu yang masih bisa ditoleransi.

Tiket Masuk Ranu Kumbolo

Untuk masuk ke ranu kumbolo tidak ada tiket. Tiket dikenakan saat masuk pos pedakian terakhir di Ranu Pani. Untuk tiket masuk dikenakan hanya 5 ribu rupiah per orang ditambah biaya parkir kendaraan.

Aturan Menginap di Ranu Kumbolo

kemah di ranu kumbolo

Saking indahnya, lokasi di sekitar Ranu Kumbolo menjadi basecamp favorit para pendaki untuk beristirahat sebelum melanjutkan pendakian. Bahkan ketika liburan, banyak orang yang sengaja tracking hanya untuk bermalam di danau cantik ini. Kalau kamu adalah salah satu di antaranya, berikut ini 6 peraturan yang wajib kamu taati saat di Ranu Kumbolo

1. Tempat mendirikan tenda

Meski Ranu Kumbolo menjadi tempat favorit banyak pendaki, bukan berarti kamu bisa sembarangan mendirikan tenda di sini. Di sekitar danau memang ada banyak tanah lapang tapi, hanya ada dua lokasi yang bisa digunakan sebagai tempat bermalam yaitu di savana dekat pos empat turun ke bawah, dan dekat shelter di balik bukit Ranu Kumbolo.

2. Tidak Boleh Berenang Di Danau

Pengunjung tidak boleh berenang di danau. Urusan ini bukan hanya soal sakral atau soal dewi ikan mas, tapi juga alasan keamanan. Suhu danau yang tidak menentu ditambah dengan kedalaman danau yang mencapai 28 meter bisa berakibat fatal bagi para pendaki yang nekat berenang di Ranu Kumbolo.

3. Batas Mendirikan Tenda

Selain diatur soal di area mana saja boleh mendirikan tenda, ada juga ketentuan soal posisi mendirikan tenda terhadap tepi danau. Untuk menjaga kebersihan danau agar tetap terjaga, para pendaki dilarang mendirikan tenda terlalu dekat dengan tepi danau. Jarak terdekat dari bibir danau, untuk mendirikan tenda adalah 15 meter dari tepi danau.

. Mencuci Peralatan Makan

Di area danau, mencuci alat makan juga ada aturannya. Pengunjung tidak diijinkan mencuci perabot kotor bekas makan langsung di danau. Untuk mencuci piring kotor, pengunjung dipersilakan membuat lubang galian pada area lebih dari 15 meter dari danau. Di lubang inilah dijadikan tempat cuci piring dan sekalian buang sisa makanan, Untuk kemudian ditimbun lagi setelah selesai digunakan.

5. Mandi Dan Buang Air

Untuk mandi dan buang air, pendaki dipersilakan menggali lubang untuk tempat buang air yang kemudian ditimbun lagi setelah selesai. Unutk pengunjung wanita, pengelola area sudah menyediakan fasilitas toilet yang bisa digunakan untuk mandi atau buang air. Namun pengunjung harus mengambil air danau terlebih dahulu dengan menggunakan ember.

6. Tidak Boleh Menyalakan Api Unggun

Untuk menjaga kualitas hutan di sekitar danau dari pengambilan kayu bakar berlebihan dan menjaga kemungkinan kebakaran hutan, pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melarang pendaki untuk membuat api unggun. Sebagai gantinya pihak TNTS membuatkan satu api unggun yang bisa digunakan bersama seluruh pendaki yang ada di camp pada saat itu.

Mitos di Ranu Kumbolo

mitos ranu kumbolo

Danau Ranu Kumbolo berada dalam area pemukiman masyarakat adat suku tengger. Mereka menganut dengan kuat adat istiadat peninggalan leluhur mereka. Yang pada beberapa aspek, sistem kepercayaan mereka terkoneksi kuat dengan alam lingkungan mereka tinggal. Termasuk juga dengan lingkungan danau Ranu Kumbolo Semeru ini. Ada beberapa hal mengenai kepercayaan itu yang menarik untuk dibicarakan. Berikut kita bicarakan 3 mitos diantaranya.

1. Air Danau Yang Suci

Masyarakat setempat memilki kepercayaan, kalau air danau Ranu Kumbolo adalah air suci, atau minimal sumber air suci. Air danau digunakan untuk ritual keagamaan masyarakat. Karena itu para pendaki dilarang untuk mandi, mencuci, apalagi buang air di danau. Kegiatan di sekitar Ranu Kumbolo juga harus dilakukan dengan jarak minimal 15 meter dari tepi danau.

Mau percaya atau tidak, sebaiknya larangan tersebut tetap kita taati. Terlepas dari percaya atau tdak, paling tidak aturan itu berguna untuk menjaga air danau Ranu Kumbolo agar tetap bersih dan selalu indah untuk dikunjungi

2. Dewi Penunggu Ranu Kumbolo

Di kalangan penduduk sekitar ada cerita soal ikan mas yang ada di danau Ranu Kumbolo. Ikan mas tersebut konon jelmaan dewi penunggu Ranu Kumbolo. Konon saat sedang dalam wujud dewi, terdapat penampakan wanita yang mengenakan kebaya berwarna kuning.

Penampakan dewi penunggu ini ditandai dengan adanya kepulan asap saat bulan purnama. Adanya mitos ini juga menyebabkan warga setempat melarang para pendaki untuk memancing di Ranu Kumbolo.

3. Tanjakan Cinta

Cerita yang ketika ini agak meragukan. Beneran dari penduduk lokal atau malah bikinan para pendaki yang suka bercanda sok romantis. Tapi akhirnya candaannya terlanjur tersebar dan malah dianggap cerita lokal. Di sebelah barat Ranu Kumbolo, ada tanjakan yang mengarah ke puncak bukit. Konon siapa pun yang terus berjalan naik sambil memikirkan pasangannya tanpa melihat ke belakang, akan memiliki akhir cinta yang bahagia.

Mitos ini konon berkembang dari kisah seorang pasangan yang pernah mendaki tanjakan ini. Saat sang laki-laki sedang asyik berjalan sambil berfoto, pasangan perempuannya yang berjalan di belakangnya ternyata kelelahan dan tiba-tiba pingsan. Naasnya, perempuan tersebut jatuh terguling hingga akhirnya tewas. Berawal dari cerita sedih ini, kisal malah terus dipelihara dan dikenang sebagai simbol romantisme dan keabadian cinta. Anak anak pencinta alam memang paling jago dalam hal memelihara kenangan dan romantisme.

Itu lah Wisata Favorit Ranu Kumbolo : Fakta – Aturan – Mitos, bagaimana apa traveller sudah menentukan ingin mengunjungi ranu kumbolo? kalian bisa menggunakan paket wisata nayfa trans atau sewa hiace dan elf malang atau bahkan travel untuk pergi ke malang. silahkan klik dibawah ini.

travel bisa klik link -> Travel Malang Juanda atau Travel Juanda Malang
paket wisata bisa klik link -> Paket Wisata Malang
jasa sewa hiace bisa klik link -> Sewa Hiace Malang
atau hubungi kami di -> NayFa Travel

Baca Juga : Rekomended Sewa Mobil di Malang Untuk Liburan di Kota Batu

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.

Pesan disini